Tampilkan postingan dengan label TIPS DAN TRIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS DAN TRIK. Tampilkan semua postingan

In TIPS DAN TRIK

Tidak Ada Ban Kedaluwarsa, 8 Tahun Juga Boleh Dipakai


Nampaknya tidak sedikit orang yang menganggap ban memiliki masa kedaluwarsa seperti makanan. Instruktur Defensive Driving Sentul Driving Course, Rudy Novianto meluruskan tidak ada istilah kedaluwarsa pada ban, malah ban sendiri bisa digunakan hingga 8 tahun dengan ketentuan yang harus diperhatikan.

"Kalau bicara kedaluwarsa ini perlu diluruskan, ban itu bukan seperti konsumsi yang kita makan, jadi 'tidak ada basinya', yang ada adalah seberapa besar mereka deformasi, atau berubah dari struktur kimia karetnya, kompon, sama daya cengkeram bannya, atau lebih padat," ucap Rudy.

Pengendara sebaiknya melakukan cek rutin agar menjaga keawetan ban seperti menjaga tekanan angin, dan mengecek ban sebelum memasuki masa pensiun dengan melihat tanda Tread Wear Indicator (TWI) atau indikator keausan ban. Selain itu ban yang sudah tidak layak jalan bisa dilihat dari tampilan fisiknya.

"Bilamana ban itu tidak terlihat retak-retak pinggirannya kayak tanah kering secara visual atau bocel, terkelupas, sebenarnya aman-aman dipakai 5 sampai 8 tahun, masih bisa," tutur Rudy.

"Tetapi juga tergantung pemakaian, seberapa tekanan anginnya terjaga, kalau sering under inflation pasti akan cepat juga digantinya," tambah Rudy.

Untuk diketahui, under inflation itu salah cirinya kondisi ban sering mengalami 'kurang angin' sehingga menyebabkan beban kendaraan semakin berat yang berakibat borosnya konsumsi bahan bakar.


Rudi juga menyarankan agar membeli ban yang masih baru dan tidak lama terpajang untuk mendapatkan keawetan lebih lama. "Untuk menjamin bahwa perubahan struktur kimia komponnya itu masih lama kita alami, tentu semakin fresh barangnya semakin jauh juga kondisi berubahnya," ungkapnya.

sumber: oto.detik.com

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In TIPS DAN TRIK

Review Mengenai CVT sebagai Salah Satu Sistem Transmisi




Berkembangnya teknologi membuat mobil modern semakin lengkap dengan berbagai fitur canggih. Salah satunya adalah Continous Variable Transmission (CVT) yang merupakan sebuah sistem trasnmisi tanpa gigi persneling yang ada pada mobil bertransmisi manual atau otomatis konvensional. Sehingga untuk posisi gigi 1,2,3,4 akan tetap pada gigi satu, Anda pun tak perlu repot untuk mengoperasikan tuas persneling berkat adanya sistem ini.

Sedangkan untuk penggantiannya dilakukan dengan dua puli yakni puli penggerak dan puli yang digerakkan, kedua puli tersebut dihubungkan dengan belt (sabuk dari serat baja). Sistem CVT ini juga memiliki cara kerja yang cukup halus dan Anda tidak akan merasakn hentakan karena yang disebabkan proses perpindahan gigi.

Selain itu, kendaraan dangan sistem CVT memiliki keunggulan seperti lebih mudah dikendarai karena Anda tinggal bermain rem dan gas saja. Kemudian, akselerasinya juga lebih lembut dan tak akan mengalami hentakan ketika perpindahan gigi persneling.

Sistem CVT juga mempunyai engine brake yang kuat sehingga bila sedang melewati turunan, kerja rem mobil tidak akan terlalu berat bila dibandingkan mobil otomatis konvensional. Untuk keiritan bahan bakar sebenarnya cukup relatif. Mobil CVT bisa saja lebih irit bahan bakar karena adanya penggunaan rpm mesin yang relatif stabil dibanding mobil jenis lain.

Karena CVT memiliki sitem yang cukup rumit dibandingkan sistem lainnya, perbaikan harus dilakukan oleh teknisi yang mempunyai pengetahuan yang baik akan teknologi ini. Apabila mengalami kerusakan, maka dilarang untuk dikendarai karena berpotensi membuat mesin jadi mudah rusak.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In TIPS DAN TRIK

Ikuti Langkah Mudah Mendempul Mobil Berikut Ini




Mencuci dan mengganti oli mobil mungkin salah satu servis yang paling mudah dilakukan di rumah, Anda tak membutuhkan skil yang banyak. Nah, bagaiman dengan mendempul mobil Toyota kesayangan? Apakah Anda punya nyali untuk melakukannya?

Proses mendempul kendaraan pada dasarnya tidak sesulit yang dibayangkan, hanya saja butuh ketelitian. Berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda ikut jika ingin mendempul kendaraan.

Langkah pertama adalah membersihkan bagian-bagian yang akan didempul dan hilangkan pula karat yang mungkin ada dengan menggunakan pembersih karat serta ampleas. Periksalah bagian-bagian yang akan didempul dan bila terdapat bagian dengan lekukan maka segera ratakan dengan palu khusus.

Lalu berishkan pula bagian-bagian yang telah rata dengan angin bertekanan. Segera siapkan cat basic atau meni yang telah dicampur thinner, untuk pencampuran ini perhatikan perbandingannya yang biasanya 1:1.

Setelah itu, lakukan pengecatan dasar pada bagian yang akan didempul menggunakan meni dengan tekanan angin semprot pada 0,5 hingga 2 kg/cm2. Semport pula segi yang telah dicat basic dan jaga jarak spray gun pada 8 hingga 10 inchi.

Langkah selanjutnya adalah meratakan segi yang lekuk dengan dempul dan biarkan dempul tersebut mengering dengan sempurna. Bila perlu, tambahkanlah dempul pad abagian yang belum rata dan lakuakn pendempulan ulang hingga seluruh segi rata sempurna.

Berikutnya gosok segi yang telah diolesi dempul tadi dengan ampelas dan gosok merata agar halus.
Samakan bentuk dempulan dengan benstuk bodi atau media yang akan dicat.

Saat melakuakan proses ini, perhatikanlah bentuk garis-garis pada bodi dan usahakan nat kurus sesuai dengan bentuk asli.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In TIPS DAN TRIK

Tips: Cara Mudah Lakukan Pengecekan Kerusakan Pada Bearing Roda




Bearing roda adalah salah satu komponen yang berfungsi sebagai bantalan roda (ban) agar roda bisa berputar. Terutama roda depan yang memang merupakan bagian komponen mobil yang penting. Pemilik kendaraan harus cermat dan selalu memeriksa kondisi bearing secara rutin karena kerusakan pada komponen ini bisa menyebabkan masalah yang serius.

Nah, Anda bisa mengetahui gejala dari kerusakan bearing roda ini dengan cara-cara berikut.

Yang pertama adalah dengan menandainya dengan suara gemuruh, bila semakin tinggi kecepatan mobil maka akan semakin berisik suaranya. Bila menemukan tanda ini, Anda harus waspada akan kerusakan yang mungkin terjadi pada bearing roda depan. Hal ini karena bearing roda depan lah yang cukup sering bermasalah dan karena suara masuk ke kabin saat mobil mencapai kecepatan 40-50 km/jam.

Cara yang kedua adalah dengan mendongkrak mobil. Kemudian putarlah roda tersebut dengan tangan. Ketika roda sedang berputar, peganglah shock breaker atau low arm. Cobalah untuk merasakan apakah terasa bergetar atau terjadi gesekan logam bila tidak diberi pelumas. Bila memang terasa bergetar tanpa pelumas, maka bisa dipastikan jika bearing roda mengalami masalah atau rusak.

Cara yang terakhir adalah dengan mengangkat roda dengan dongkrak dan memegang roda dengan tangan Anda. Kemudian, gunakan satu tangan untuk memegang bagian atas ban dan tangan lain untuk memegang ban bagian bawah. Kemudian gerakkanlah tangan Anda, bila terasa ada gerakan yang tak wajar dari (oblak) maka bearing roda sudah dipastikan mengalami kerusakan dan harus diganti.

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah segera membawa mobil ke bengkel resmi Toyota atau bengkel terdekat sehingga bisa menghindari masalah yang lebih serius lagi.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In TIPS DAN TRIK

Test Drive: Uji Performa Variabble Nozzle Turbo Pada Toyota All New Kijang Innova




Setelah diluncurkan secara resmi pada 22 Novemer 2015 lalu, Toyota All New Kijang Innova mulai muncul diberbagai kota di Indonesia. Tak hanya itu saja, beberapa waktu yang lalu Toyota juga telah mengundak awal media nasional untuk melakukan test drive pada varian tertinggi All New Kijang Innova. Generasi keenam dari Kijang ini dilengkapi salah satu fitur unggulan yang dinamai Variable Nozzle Turbo (VNT) yang juga diaplikasikan pada Toyota Fortuner.

Mobil kelas MPV premium ini dianggap para awak media sebagai mobil yang tangguh untuk menempuh jalur Denpasar-Bedugul. Medan jalan yang cenderung menanjak dan menikung ini mampu dilalui oleh Toyota All New Kijang Innova dengan mudah.

Bahkan mobil masih melaju kencang meski menggunakan Eco Mode yang umumnya digunakan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar pada putaran mesin rendah. Nah, penambahan turbo VNT yang lebih akurat daripada turbo biasa, membuat mobil Kijang innova mesin diesel yang digunakan semakin tangguh mengalahkan medan jalan tersebut.

Turbo VNT ini pun juga dilengkapi dengan sebuha intercooler sehingga semakin memaksimalkan kinerja mesin dengan suhu yang ideal.

“Kijang Innova kan mobil keluarga. Rasanya kurang pas kalau ada lubang di kap mesin. Jadi intercooler itu ditempatkan di balik grille depan alias berdekatan dengan radiator,” ujar Iwan Abdurahman dari bagian teknis PT Toyota Astra Motor (TAM).

Mode normal atau power juga dirasa sangat nyaman untuk digunakan melintasi medan menanjak. Namun, menggunakan mode ini tentu beresiko membuat bahan bakar semakin boros ya.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In TIPS DAN TRIK

Hindari Karat pada Permukaan Cat Kendaraan dengan Langkah Berikut




Kata karat akan sangat menyeramkan bagi para pemilik mobil. Sebab pada dasarnya setiap mobil berpotensi terkena karat walaupun sudah dilapisi anti karat. Lapisan bare metal yang terkikis akan sangat mudah bereaksi dengan udara sehingga menimbulkan karat. Selain itu, besarnya kerusakan pelindung metal ini dapat mempercepat proses korosi dan menjalarnya karat.

Karat dapat disebabkan oleh udara yang lembab, cipratan air hujan, lumpur, benturan atau goresan yang pada akhirnya menyebabkan lapisan pelindung terkelupas. Terkelupasnya lapisan inilah yang harusnya dihindari. Jadi selama material metal terlindungi oleh cat atau lapisan anti karat maka proses oksidasi yang menyebabkan karat akan sulit terjadi.

Maka untuk mencegah timbulnya karat, jika mobil anda terkena air hujan hendaknya segera dicuci. Gunakan air bersih dan tidak berkadar garam tinggi untuk mencuci mobil anda. Karena pada dasarnya air yang bersifat asam dan memiliki kandungan garam yang tinggi berpotensi mengurangi kualitas permukaan cat kendaraan. Padahal jika permukaan cat kendaraan bermasalah, bisa menyebabkan karatan.

Selain itu, anda bisa menggunakan wax sebagai cairan pelapis atau pelindung permukaan cat. Wax di sini berfungsi sebagai anti karat yang dapat melindungi permukaan cat kendaraan.

Namun jika permukaan cat kendaraan anda sudah terlanjur berkarat, salah satu cara untuk menghilangkannya adalah dengan menggunakan cairan penghilang karat. Walaupun begitu, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan teknis painting di bengkel resmi Toyota.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments